first days in cirebon
05 Nov 2011 6 Comments
in becoming a doctor, life story
Tanggal 1 kemarin setelah melakukan briefing internship di Jl. Eijkmann, Bandung, gw dan rombongan Arjawinangun lainnya langsung menuju Cirebon. Gw diantar bokap dan Amin (yang mengalami mual hebat seperti gw di tengah jalan) naik mobil. Perjalanan yang diwarnai oleh hujan superrr lebat beberapa kali dan jalanan meliuk-liuk belok kanan-kiri-naik-turun yang luarrrr biasssa bikin gw mabok ini selesai dalam waktu 5 jam. Ffiuhhhh. Gw sampai di tempat tinggal gw dan teman-teman (Villa Indah Panembahan, Tegalsari, Plered) hampir jam 8 malam. Begitu sampai, barang-barang langsung diturunkan, dan ga lama kemudian, bokap dan Amin langsung pulang karena masih harus kembali ke Tasikmalaya. Untungnya ga lama kemudian, teman-teman gw pun datang
Sempet beli tahu sumedang. Nyam.
Ini kamar tidur gw, berdua dengan Gebi.
Jarak tempat tinggal kami ke RS Arjawinangun sebenarnya cukup jauh. Sekitar 10 menit via tol atau 30 menit naik kendaraan umum. Tapi atas berbagai pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk tinggal bersama-sama di sini. Tempat tinggal kami yang sekarang berada di bagian belakang kompleks sehingga gw berinisiatif untuk pindah ke bagian depan, agar lebih mudah mencapai angkutan umum. Bulan depan Insya Allah gw akan pindah ke rumah kontrakan berisi 3 kamar yang letaknya di bagian depan kompleks Villa Indah Panembahan ini.
Mudah-mudahan setahun ke depan akan menyenangkan. Amiin!
1 tahun penuh warna :)
05 Nov 2011 Leave a Comment
5 November.
Terima kasih, atas 1 tahun penuh pembelajaran, tentang begitu banyak hal:
Bahwa mencintai bukan hanya sekedar kata, apalagi sekedar rasa. Mencintai adalah sekumpulan aksi nyata, sekumpulan bukti.
Bahwa hidup bukan hanya sekedar bernafas, bukan hanya sekedar diisi oleh tawa. Hidup adalah tentang berjuang, dengan atau tanpa keringat dan air mata, dan percaya bahwa kita bisa melewati semua ketakutan, kekhawatiran, dan keputusasaan.
Bahwa realita adalah sesuatu yang harus dihadapi dengan berani, bukan untuk dibelakangi lalu lari.
Bahwa bahagia bukan diukur dari banyaknya ingin yang berhasil menjelma. Bahagia didapat hanya dari syukur, kepada apa-apa yang ada, kepada apa-apa yang sama, bahkan kepada apa-apa yang berbeda.
Bahwa manusia hanyalah makhluk tanpa daya, di mana hanya Pemilik-nya lah yang mampu memberikan pertolongan dan kelapangan, kepada hati yang sempit oleh masalah kehidupan.
Bahwa kesalahan adalah bagian penting dari kehidupan. Dari sanalah kita belajar untuk sungguh-sungguh menjadi benar.
Terima kasih, untuk menjadi rumah yang begitu nyaman bagiku, rumah yang menjadi tempatku pulang dan beristirahat.
Terima kasih, untuk menjadi pendengar setiaku, akan cita-cita, harapan, kecemasan, serta berbagai luapan kebahagiaan dan kesedihan.
Terima kasih, untuk semua kesabaran dan pengertian yang sangat sangat sangat besar kepadaku. Tak semua orang sanggup menghadapiku
Terima kasih.
Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita
I believe, we are the chosen ones to bear this











Recent Comments