what a…life
25 Dec 2011 Leave a Comment
in becoming a doctor, life lesson, life story
Hidup membawa gw sampai pada sebuah titik di mana gw tidak memiliki pilihan lain selain menjadi seorang manusia yang kuat. Setidaknya, lebih kuat daripada sebelumnya. Gw yang biasa takut menghadapi hidup, kali ini benar-benar dipaksa untuk maju terus, tak peduli apapun yang berada di depan, dan tak peduli betapa gw enggan untuk menjalani itu semua. Gw tidak bisa menghindar lagi, seperti yang biasa gw lakukan dahulu. Inilah hidup. Happiness is not the absence of problems, but the ability to deal with them. Bokap gw selalu mengajarkan untuk menjadi seseorang yang fight living a life, dan tidak menyerahkan problema kehidupan kepada orang lain.
Pada kenyataannya, rasa takut itu masih ada. Tapi, hadapi saja, dengan basmallah dan tawa.
the togetherness
24 Dec 2011 2 Comments
in becoming a doctor, life story
Hell-o world! So many things had happened, then so many things to tell!
Jadi, kurang-lebih sudah 6 minggu kami menjadi dokter internship di Cirebon. Daaan, sangat buanyakkkk yang sudah terjadi. Suka-duka, hujan-panas, kenyang-lapar, kami jalani bersama.
Saking banyaknya yang pengen gw ceritakan, jadi bingung mau mulai dari mana.
Hmm, mari mulai dari kegiatan sehari-hari di rumah sakit.
Jadwal Harian
Berhubung 4 bulan pertama kelompok kecil gw kebagian di bangsal dan poliklinik duluan, jadi waktu kami sehari-hari ya dihabiskan di dua ruangan itu. Setiap pagi kami berlima (Ciput, Ncen, Novi, Gebi, gw) berangkat bareng-bareng, naik mobil Novi/Ciput. Dalam 15 menit, kami sampai RS. Sebelum jam 7 kami pasti sudah sampai RS, karena setiap hari ada apel pagi di lapangan RS. Selesai apel, kami menuju bangsal masing-masing, untuk follow up pasien-pasien (dan bercengkrama dengan koas-koas dan perawat-perawat
). Jam 9 kurang kami berangkat ke poliklinik, naik mobil lagi. Dan di sinilah kemampuan menyetir Novi ditempa
soalnya ngeluarin mobilnya rada susah.. Jam 9-12 adalah waktunya bekerja di poliklinik. Sekitar jam 12.30 kami kembali ke bangsal (naik mobil lagi) sampai jam 2 siang. Jam 2 siang, klo ga kebagian jaga di ICU dan bangsal, baru kami bisa pulang.
2 minggu pertama gw habiskan di bangsal bedah dan poliklinik bedah. Kasus-kasus bedah yang banyak di sini itu hernia, BPH (benign prostate hypertrophy), appendisitis, dan urolitiasis. Di bagian bedah ini kami sering melakukan GV dan aff hecting.
2 minggu berikutnya gw tetap di bangsal bedah, tetapi gw pindah kerja ke poliklinik umum. Poliklinik umum di RSUD Arjawinangun juga berfungsi sebagai poliklinik DOTS, jadi kasus yang banyak ditemui adalah TB (atau sering disebut KP -Koch Pulmonum-), walaupun sering juga pasien datang dengan keluhan batuk-pilek-demam atau medical check up. Gw menikmati bekerja di poliklinik ini. Entah karena pola penyakitnya yang emang dokter umum banget, entah karena jumlah pasiennya yang manusiawi sehingga gw punya waktu cukup untuk memberikan informasi dan edukasi kepada pasien terkait penyakitnya, entah karena ruangannya yang nyaman, atau entah karena banyak makanan
. Yang jelas, bekerja di poliklinik umum membuat gw ingin cepat-cepat buka praktek sendiri.
2 minggu terakhir gw pindah ke bangsal dan poliklinik penyakit dalam. Di bangsal, kasusnya bervariasi, dari mulai TB, DM, sirosis hepatis, CHF, sampai sindrom Steven Johnson juga ada. Sedangkan di poliklinik, karena gw kebagian memeriksa pasien-pasien kontrol, jadi kasus yang banyak didapatkan adalah DM, TB, asma, PPOK, dan hipertensi.
Teman-teman yang Baik dan Menyenangkan!
Gw bersyukur, sangat bersyukur, di sini gw dikelilingi oleh orang-orang yang baik. Teman-teman di kelompok kecil (5 orang) maupun kelompok besar (20 orang) really made my days. Kami di sini sangat kompak (beneran!) dalam menjalani internship. Masalah demi masalah kami berusaha hadapi bersama-sama, dan keputusan yang diambil adalah hasil rembukan bersama. Klo ada hal-hal yang penting untuk dibicarakan bersama, kami sering diskusi di ‘balai desa’, yang sebenarnya adalah rumah kontrakan Novi, Syifa, dan Isan. Oya, 15 orang lainnya (selain kelompok kecil gw) adalah Wida, Echi, Ferdi, Peter, Ae (yang sekarang sedang bekerja di Puskesmas Plumbon), lalu Christ, Isan, Syifa, Tara, Vinda (yang sekarang di Puskesmas Panguragan), dan Dion, Acil, Astrid, Sari, Sunita (yang sekarang di IGD RSUD Arjawinangun). 18 orang dari 20 orang ini tinggal bersama di Villa Indah Panembahan (VIP), sehingga kami banyak menghabiskan waktu bersama, terutama olahraga bareng di sore hari, seperti renang, bulu tangkis, atau dance
(padahal 5 tahun koass gw jarang banget olahraga).
Makan nasi jamblang bareng-bareng di Pelabuhan.
Nonton Twilight di Grage Mall.
Waktu traktiran ulang taun Vinda.
Sedikit drama untuk birthday surprise Christ.
Di Pizza Hut, traktiran ulang taun Christ.
Tapi, tentu aja, waktu gw sebagian besar dihabiskan bareng-bareng kelompok kecil gw. Dan gw senaaaang sekali mereka sangat baik, menyenangkan, dan kocak!
Here they are:
Gebi. Dari ber-20, Gebi ini intern paling muda, 2 tahun lebih muda daripada gw. Jadi meskipun Gebi punya 2 orang adik, mukanya emang muka anak-anak gitu
. Gebi ini rajin bangun pagi setiap hari, jam setengah 4 pagi dia udah bangun! Luar biasa bukan?! Dan karena hobi bangun paginya itu, dia resmi menjadi alarm gw di pagi hari, sehingga gw ga pernah telat bangun lagi
. Tapi namanya juga bayi Gebi ini klo tidur pun sangat cepat, jam 8 malem gitu dia udah tewas biasanya. Gebi ini orangnya cuek, tapi menyenangkan dan suka ngocol juga, jadi gw sering ketawa-ketawa klo dia dah cerita sesuatu, hahaha.
Novi. Cewe ini sangatttt pintarrrr dan rada obsessive-compulsive. Kadang-kadang dia menganggap klo orang lain itu standardnya sama kaya dia. Jadinya kami sering jiper gitu, hahaha. Suaranya lembut banget, jadinya kadang-kadang suka ga kedengeran gitu Novi lagi cerita apa
. Tapi, di balik kelembutannya itu, Novi ini orangnya suka sekali tantangan. Bahkan kadang-kadang kecintaannya pada tantangan itu agak membahayakan
. Doi klo lagi nyetir (di pantura looh) beberapa kali mengundang teriakan kami, “Nov, rem Nov, rem!!”
Ciputra. Ciput ini ketua kelompok gw. Dia termasuk cowo yang gentleman versi gw
, ga pelit dimintai bantuan dan bijak serta rasional dalam mengambil langkah. Tapi emosinya bisa 10 kali jadi lebih pendek saat dia lagi nyetir. Sumpah serapah bisa dia lontarkan ke para pengguna jalan yang bawa kendaraan semaunya. Ciput ini udah punya ‘anak’, yang namanya Yaris. Dan bersyukurlah Dek Yaris ini, karena dia punya ‘ayah’ yang sangat menyayanginya dan memeliharanya sepenuh hati
.
Vincent. Ncen ini orangnya sangatttt kocakkkk. Dia adalah pemicu tawa kami sehari-hari
. Ncen dilahirkan dengan sifat hemat dan perhitungan yang tinggi, jadi sensitivitas dia terhadap diskon-diskon jauh lebih tinggi daripada kaum hawa. Setiap pagi dia selalu nanya, “Mau makan nasi uduk yang enaknya sedunia ga? Harganya dua rebu aja lohhhh!”
Bersama room matenya, Ciput, mereka berhasil melakukan penghematan gila-gilaan terhadap listrik di kamarnya. Klo gw dalam sebulan bisa bayar listrik 100 ribu, mereka cuma bayar 30 ribu aja. Ncen ini suka kami ledek karena klo bilang nasi goreng, jadinya nasi goyeng
.
Ciput – Ncen – gw – Gebi – Novi
Di sini, kami juga berteman baik dengan para koas dan perawat. Awalnya, gw sempat khawatir ada slek dengan para koas di RSUD Arjawinangun. Tapi, gw inget banget kata-kata senior gw yang sebelumnya internship juga di RSUD Arjawinangun, untuk tidak mengganggap diri kita lebih baik dari mereka sedikitpun, dan bahwa yang terpenting adalah kesembuhan pasien. Poin itu benar-benar gw garis bawahi. Dan, pada kenyataannya, kami, para interns, alhamdulillah sejauh ini memiliki hubungan baik dengan mereka, bahkan sudah menjalin persahabatan dengan sebagian dari mereka
. Gw mendapatkan banyak bantuan dari mereka, dari mulai diberikan banyak informasi tentang RS dan kota Cirebon, sampai mendapatkan tumpangan gratis pasca jaga malam
dan rame-rame makan seafood bareng. Cuma sedihnya, baru juga sebentar bersahabat, sebagian dari mereka udah harus balik ke Jakarta karena masa koass di Cirebon dah selesai
. Thanks for all your kindness, guys. Kalian benar-benar mengajari gw, untuk tidak ragu-ragu berbuat baik kepada orang lain, karena perbuatan baik akan selalu dikenang
. Mudah-mudahan koass nya segera selesai, dan kita bisa segera jadi teman sejawat
.
Sebuah titel yang ternyata tidak mudah untuk dijalani.
Setelah mendapatkan nomor STR, kami akhirnya mendapatkan SIP internship.
Jaga ICU dan bangsal dilakukan bersama dokter organik. Kami jaga 2x/minggu.
Kamar gw, setelah dikunjungi orangtua. Jadi ada karpet, rak, TV, dan kulkas.
Akhirnya bisa renang lagi setelah 5 tahun ga pernah renang. Thanks a lot untuk Syifa yang udah beliin baju renang!





Recent Comments