memaknai hidup, mengenali diri

Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film bersama seorang teman. Film yang berjudul “3 Cinta, 2 Dunia, 1 Hati” ini berkisah tentang cinta di antara dua manusia yang memiliki background yang sangat berbeda sehingga keduanya menemui banyak sekali konflik dalam perjalanan cinta mereka. Sejak masih di pertengahan pemutaran film, saya penasaran sekali akan seperti apa ending ceritanya. Tapi, saat akhirnya saya sampai pada bagian terakhir film, saya sangat puas dengan ending-nya. Kedua tokoh utama (yang saling mencintai itu) tahu betul bahwa takdir, bukanlah manusia yang mengatur. Diceritakan pula, masing-masing dari mereka menemui jalan hidupnya sendiri sampai akhirnya menikah dengan orang lain. Ending yang -menurut saya- realistis, tidak mengada-ada, dan sesuai dengan kenyataan hidup. Ending yang mengingatkan saya, bahwa kebanyakan cerita (cinta) memang tidak seperti fairytale yang diakhiri dengan “they live happily ever after” dan melupakan bahwa hidup, sesungguhnya memiliki banyak sekali kemungkinan.

Film ini, seperti merangkum apa yang telah hidup ajarkan kepada saya selama beberapa tahun terakhir. Bahwa di atas segala upaya dan keinginan kita akan sesuatu, harus tetap ada ruang pasrah terhadap keputusan-Nya. Bahwa Tuhan memiliki jalan-Nya sendiri yang seringkali (tampak) tak mengenal prediksi dan harapan manusia. Bahwa the ending could be anything, could be with anyone, and could be anywhere.

Maka, pada praktiknya, pemaknaan pelajaran kehidupan ini membuat saya bertransformasi menjadi seseorang yang berbeda. Saya yang dulu selalu uring-uringan hebat setiap kali hidup berjalan tak sesuai dengan yang saya mau, kini terbiasa membatasi ego saya. Saat saya tak mendapatkan apa yang saya inginkan, saat saya kehilangan apa yang ada pada saya, saya tak merasa  (terlalu) terganggu lagi. Saya jadi lebih mampu berdamai dengan realita dan lebih menyadari hakikat diri.

Saya juga menjadi lebih sadar, betapa hanya Tuhan-lah tempat saya berpegang dan berharap. Bukan hanya karena saya (hampir) pasti akan menemui kekecewaan jika saya berharap kepada sesama manusia, tetapi juga karena memang tidak ada yang pantas dijadikan tempat pengharapan selain-Nya.

Maka, dalam menyusuri jalanan kehidupan, saya tak lagi bersikeras berlebihan harus sampai ke titik tertentu, dan seolah-olah dunia kiamat jika saya tak berhasil mencapainya. Atau sebaliknya, saya tak lagi percaya diri berlebihan akan sampai ke titik tertentu, hanya karena kondisi saat ini tampak sangat mendukung ke arah sana. Jalan hidup begitu banyak dan seringkali penuh tikungan tak terduga. Kita hanya harus percaya bahwa Ia adalah Hakim Terbaik, dan senantiasa berdoa agar jalan-jalan yang Ia tunjukkan kelak bermuara di lautan terbaik.🙂

16 Comments (+add yours?)

  1. abdi
    Jul 10, 2010 @ 10:42:10

    ……dan saya hampir tidur…..
    hahahaha……..
    nice…..be better!!!

    Reply

  2. La Mademoiselle
    Jul 10, 2010 @ 11:40:53

    Ceritanya itu se-genre bukan sama film Cin(T)a? Ttg interfaith relationship? If I’m not mistaken… Gw blom nonton jg sih… =)

    Reply

    • hanifmiauw
      Jul 10, 2010 @ 14:25:10

      gw belom nonton film cin(T)a sih vid, hehehe,, tapi kayanya ceritanya kayanya emang mirip2, tentang cinta beda agama gitu,,🙂

      Reply

  3. p3yots
    Jul 14, 2010 @ 13:52:47

    nice🙂

    Reply

  4. nadiafriza
    Jul 15, 2010 @ 00:24:35

    ngebaca tulisan kamu.. kayaknya pemeran utama filmnya fiona ama rendy ya nif? mestinya vano ama sarah bukan?

    sebenernya 3 cinta itu kan sandiwara radio *sumpah ini istilah kesannya tua banget.. radio play maksudnya* nya prambors. aku cuma dengerin season 1 ampe episode 10 (vano putus ama sarah, vano ketemu gaby). jadi males ngelanjutin soalnya ilfeel ngeliat pemain2 di filmnya hehehe😀

    sekarang udah season 2 episode 7 kalo ga salah *tiba2 tadi ga sengaja dengerin*. kaget juga jadi kayak sinetron :p

    kamu nonton filmnya di bioskop? wow! bela2in banget nif hehe

    Reply

    • hanifmiauw
      Jul 15, 2010 @ 00:30:11

      wadoh, aku sama sekali ga tau malah klo cerita ini radio play, hahaha.. (it really is??)
      hmm, yang main tuh reza rahadian, laura basuki, sama arumi bachsin nad..🙂

      Reply

  5. Agung
    Jul 19, 2010 @ 15:43:08

    setuju sama vidya nip… lu harus nonton cin(T)a deh.. versi jeniusnya dari film ini.. dialognya cerdas, kalo 3H2D1C cinta kan mirip lenong hahaha

    Reply

  6. laura harris
    Jul 20, 2010 @ 07:59:45

    bagus deh template-nya yg baru. gak terlalu rame diliatnya (: tp header kupu2nya jd ilang ya??

    Reply

    • hanifmiauw
      Aug 10, 2010 @ 06:25:13

      iyaaaa gw suka banget template ini🙂
      headernya bisa dipasang lagi sih, cuma gw ilangin, hehehe..

      Reply

  7. ozzlya
    Jul 25, 2010 @ 23:11:58

    nangis baca ini,… your words are touching nip,.. hiks hiks,…😥

    Reply

  8. Intan Risna
    Jul 30, 2010 @ 11:13:58

    jadi ga nonton ah..dah dirangkumin.. ^^
    *btw, aku baru mampir lagi..dah berubah aja blognya, nif..

    Reply

    • hanifmiauw
      Aug 10, 2010 @ 06:28:24

      hehehe, nonton aja ntan, sebenernya di postingan ini aku bukan mau nyorot filmnya sih soalnya kesan buat tiap orang kan pasti beda2 hehehe tapi entah kenapa orang2 pada komen soal filmnya hahaha

      hehehe, iya ntan, baru diubah templatenya🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: