memoirs of gulali

Sangat terharu saat Amin, pembantu rumah tangga yang sudah mengabdi kepada keluarga saya sejak saya masih sangat kecil, pulang dari sebuah festival di kota Bandung dengan membawa dua batang gulali. Katanya, “Neng, ini Amin belikan gulali. Soalnya Amin ingat waktu Neng kecil dulu Neng suka sekali gulali..”

Terima kasih banyak, Min..🙂

2 Comments (+add yours?)

  1. fatihah
    Aug 12, 2010 @ 06:50:44

    anip,,hal yang sederhana ternyata bisa sangat menyentuh ya…^^
    that’s why we should always be thankful.. iya kan?🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: