understanding friends

Salah satu seni dalam bersahabat, adalah memahami bahwa, peranan yang paling sering dimainkan oleh sahabat-sahabat kita, tak mampu selalu -dan memang tak harus selalu- dimainkan oleh mereka. Ada kalanya “si badut” justru yang paling butuh untuk dihibur. Ada kalanya “si pelangi” justru yang paling butuh untuk dicerahkan. Ada kalanya “si bijak” justru yang paling butuh untuk diberikan masukan. Ada kalanya “si sabar” justru yang paling butuh untuk dikuatkan. Ada kalanya “si pelindung” justru yang paling butuh untuk dinyamankan. Ada kalanya “si dewasa” justru yang paling butuh untuk dimanjakan. Ada kalanya “si tempat sampah” justru yang paling butuh untuk ditampung isi hatinya. Dan, seorang sahabat yang baik, akan memaklumi terjadinya saat-saat tersebut pada sahabatnya.🙂

2 Comments (+add yours?)

  1. Kojack
    Sep 30, 2010 @ 10:15:58

    oh…. mantep banget nich…
    sahabat sejati itu bukan terlahir, tapi diperjuangkan. ^_^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: