do fun!

Wokai. Setelah sekian lama ga nulis blog, kali ini gw mau ceritain pengalaman Kucing Berkaki Pendek dan Beruang Berperut Bundar berlibur di Dufan.😀

Kenapa liburan? Karena Kucing dan Beruang memang sudah lama sekali tidak pergi ke tempat lain selain kampus dan rumah sakit. Kenapa Dufan? Karena Kucing pengen foto sama badut dan naik Kora-kora, sedangkan Beruang pengen naik Bombomcar dan main Star Wars. Dan ga ada lagi tempat lain yang memenuhi kriteria itu selain Dufan.😀

Hari itu sangat panas dan terik. Selain Beruang sudah terbiasa hidup di tempat panas, Beruang juga pake topi. Kucing? Ga tahan lama-lama di tempat terik. Akhirnya Kucing memutuskan beli topi lebar berwarna putih yang manis dengan harga terjangkau seperti ini:

Kucing suka sekali makan es krim. Maka Kucing pun makan es krim 2 batang sambil menunggu loket dibuka. Setelah loket dibuka, Kucing dan Beruang langsung menyerbu masuk (ga juga sih, yg menyerbu masuk cuma Beruang yang saking semangatnya kepalanya sampe kepentok😀. Beruang sih berkilahnya, “Begitulah risiko punya badan tinggi”. Dan mendengar itu Kucing cuma bisa ngeliatin kakinya yang pendek).

Kucing suka sekali dengan badut. Maka Kucing senang sekali bisa berfoto bersama badut-badut lucu nan unyu.

Badut Dino favorit Kucing.

Agak sulit awalnya untuk menggabungkan keinginan Kucing dan Beruang karena wahana favorit Kucing dan Beruang agak berbeda😀. Kucing ingin sekali naik Kora-kora, Halilintar, dan Niagara, sedangkan Beruang ingin sekali main Star Wars, Bombomcar, 3D, dan Arung Jeram. Kesulitan ini akhirnya dipecahkan karena Beruang banyak mengalah kepada Kucing yang ingin menang sendiri.

Awalnya Kucing dan Beruang pergi ke Arung Jeram, tetapi ternyata doi sedang direnovasi. Kecewa, Kucing dan Beruang berniat ke 3D yang ternyata belum buka. Kecewa lagi, Kucing akhirnya dengan sedikit berat hati mengikuti Beruang main Star Wars yang sangat menikmati sekali menembak-nembak sasaran. Kucing? Tangannya pegal karena Beruang lupa ngasih tau klo pelatuk senapannya ga usah ditekan berkali-kali, alias cukup sekali aja. Ehm! Berarti skor Beruang yang hampir 3x lipat skor Kucing ga sah ya *cari alasan*😀

Selesai dari Star Wars Kucing dan Beruang bermain ke Istana Boneka. Di sana Kucing lebih menyukai boneka-boneka binatangnya daripada boneka-boneka manusia yang didandani memakai berbagai pakaian khas berbagai daerah. Kucing berteriak-teriak girang sambil menunjuk-nunjuk boneka kuda nil, sapi, beruang kutub, monyet, biri-biri, dan pelikan.

Saudara kembar Makibao di Istana Boneka.

Celengan sapi raksasa.

Kucing dan Beruang lalu masuk Rumah Kaca dan Rumah Miring. Di Rumah Kaca Beruang sempat menunjukkan cara mudah menemukan jalan keluar. Kucing yang sangat disorientasi arah hanya bisa manggut-manggut tidak mengerti. Bagi Kucing yang penting selama ada orang baik yang bisa dijadikan tempat bertanya, menghapal jalan hanya buang-buang energi saja (karena pasti akan lupa lagi). Di Rumah Miring Kucing benar-benar merasa pusing. Beruang sudah berulang kali bilang agar jangan menganggap rumah itu miring, alias anggap aja rumah itu normal, biar ga pusing. Jawaban Kucing, “Masalahnya rumahnya beneran miring!”

Lalu Kucing dan Beruang pergi ke Niagara. Sebelum naik kayak Kucing sudah berpikir keras posisi seperti apakah di dalam kayak yang paling aman dan nyaman. Akhirnya Kucing memilih posisi di tengah dan Beruang di bagian belakang kayak, sedangkan paling depan diisi oleh mas-mas berkaos oranye. Dengan segera kayak melaju dengan cepat. Bagian paling menegangkan *lebay* adalah saat kayak naik ke puncak, sesaat sebelum kayak melaju turun. Rasanya Kucing mau minta turun aja, tapi udah ga bisa lagi. Dan pas akhirnya kayak melaju turun, Kucing teriak kenceng sambil tutup mata dan pegangan erat-erat karena Kucing merasa terbang et causa pant*t ga nempel kursi lagi.

Setelah naik Niagara, Kucing dan Beruang beralih ke Kora-kora, wahana yang awalnya ogah dinaiki Beruang karena Beruang agak takut ketinggian. Tapi Beruang akhirnya mengalah dan bersedia ikut mengantri Kora-kora. Saat antrian semakin mendekati area main dan Kora-kora yang terayun-ayun sangat tinggi itu semakin terpapar, Kucing lalu memohon-mohon kepada Beruang agar duduknya di tengah saja agar ayunannya tidak terlalu ekstrim. Respons awal Beruang, “Ga! Kamu udah ngajak aku ke sini jadi kita duduknya paling belakang.” Duile Beruangnya dendam kesumat ceritanya😀. Tapi setelah memelas-melas cukup lama, akhirnya Beruang tidak tega. Kucing dan Beruang pun duduk di kursi ketiga. Ayunan pertama, ah cemen. Ayunan kedua, masih cemen. Ayunan ketiga, hahaha bisanya segini doank? Ayunan keempat, oow. Ayunan kelima, monyoooong, tinggi jugaaaaa. Ayunan seterusnya Kucing cuma ingat pant*tnya ga lagi menjejak bumi, akhirnya Kucing teriak sekencang mungkin sambil tutup mata dan nyakar-nyakar Beruang. Saat turun dari Kora-kora Kucing pengen muntah sedangkan wajah Beruang sangat sumringah. *yang ngajak siapa, yang diajak siapa?*

Menurut Kucing foto ini pasti direkayasa, karena ga mungkin hasil cakaran Kucing sampe seheboh itu padahal nyakarnya dari luar baju.

Sebagai pembalasan karena sudah diajak naik Kora-kora (yang pada faktanya sangat dinikmati Beruang), Beruang mengajak Kucing main Bombomcar. Menurut Kucing Bombomcar adalah mainan anak cowo (meskipun saat kecil Kucing juga suka main Bombomcar), tapi Kucing menurut dan tetap ikutan antri. Saat masih di antrian, Kucing melihat ke dalam arena di mana mobil-mobil saling bertabrakan dengan kencang. Kucing memberi sinyal kepada Beruang dan berharap Beruang mengerti arti sinyal ini, “Kebanyakan cowo ya yang main.. Terus kok tabrakannya kenceng-kenceng gitu sih, kasar deh.” Tettoot. Beruang lempeng aja dan menjawab, “Emang gitu kok cara mainnya.” Kucing pun manyun, memutar otak lagi gimana caranya biar bisa kabur dari keharusan ikutan main Bombomcar. Akhirnya setelah ngeri melihat seorang pemain Bombomcar berbadan besar yang lihai mengincar dan menabrak semua pemain, Kucing memberanikan diri bilang, “Ga mau main boleh yaaaa.” Beruang pun kasihan *yes!* dan Kucing pun boleh keluar dari antrian *merdeka!* setelah Beruang masuk ke dalam arena. Di luar arena Kucing bertugas menjadi fotografer amatiran.

Mendekati senja, Kucing dan Beruang memutuskan untuk menikmati matahari terbenam sambil naik Bianglala. Di dalam komparteman Kucing dan Beruang bergabung dengan 4 orang lainnya. Saat kompartemen yang dinaiki Kucing dan Beruang sampai di bagian tertinggi, ditambah kompartemennya bergoyang-goyang, Kucing dan Beruang sama-sama merasa pusing *beginilah klo sama-sama ga suka ketinggian*. Apalagi matahari ternyata tertutup awan. Yaaaah. Tapi syukurlah setelah Bianglala mulai berputar pusing yang dirasakan Kucing dan Beruang sedikit berkurang.

Tuh, ada semut berenang di kolam.

Kucing dan Beruang lalu naik Korsel yang sangat bagus sekali di malam hari karena banyak lampu di sekitar kuda-kuda yang berputar. Kucing senang sekali naik Korsel🙂.

Setelah turun dari Korsel, Kucing dan Beruang solat maghrib. Saat itulah Lumu hilang😦. Setelah solat maghrib Kucing dan Beruang sempat backtrack ke arah Korsel untuk mencari Lumu. Tetapi Lumu tidak ketemu😦 huhuhu. Kepada siapapun yang menemukan Lumu, mohon dikembalikan kepada Kucing atau kalau tidak, mohon pelihara Lumu dan beri makan Lumu sebisa mungkin.

Sayonara, Lumu. We’ll miss you.

Lumu senang sekali makan. Semoga dia tidak sedang kelaparan saat ini.

Setelah mencari-cari Lumu yang tidak juga ketemu, Kucing dan Beruang menonton 3D. Sayang sekali 3D kali ini penonton menjadi orang ketiga, jadi Kucing dan Beruang tidak puas. Berbeda dengan 3D “Extreme Log” beberapa waktu lalu di mana penonton menjadi orang pertama, Kucing puas.

Beli arumanis dulu sebelum nonton 3D.

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam lewat, sehingga Kucing dan Beruang memutuskan untuk pulang (padahal Kucing masih ingin naik Halilintar, tapi apa daya langit sudah gelap dan sebentar lagi Dufan sudah mau tutup). Kucing dan Beruang berjalan menuju pintu keluar. Saat itulah hujan yang deras turun😦.

Hujan deras bercampur angin dan gledek.

Kucing dan Beruang tertahan sekitar 30 menit. Kucing tidak (terlalu) takut basah karena Kucing untungnya membawa payung, tetapi masalahnya gledeknya gede. Akhirnya Kucing dan Beruang memutuskan menunggu hujan sedikit reda. Setelah hujan sedikit reda, Kucing dan Beruang pun pulang dengan hati riang gembira.🙂

4 Comments (+add yours?)

  1. ersinto
    May 08, 2011 @ 01:16:15

    waaaaaaaaa….. cerita lain dari kucing dan beruang yaa…
    oh kali ini kisah mereka jalan-jalan ke dufan ya.. sepertinya menyenangkan ya di sana..
    meskipun sama-sama takut ketinggian, tapi mereka (kucing dan beruang, red) bisa menikmati wahana “ketinggian” juga kan..😀
    sayang si Lumu hilang..😥 sayonara Lumu.. mudah2an kamu menemukan tempat yang “lebih baik” di sana..🙂

    aku menantikan kisah berikutnya tentang kucing dan beruang yaaa…

    Reply

  2. fatihah
    May 24, 2011 @ 13:58:59

    kalian ini… (-____-)” salam kenal ya buat kucing dan beruang,, udah lama ga ketemu :p …

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: