Kisah Kucing dan Beruang di Hutan

Kucing memang senang sekali tidur (menurut sebuah sumber, seekor kucing bisa tidur sampai 16 jam dalam sehari lho, jadi jangan salahkan Kucing ya :D), tapi kadang-kadang Kucing mengalami susah tidur meskipun sudah 1-2 jam memejamkan mata sambil berguling-guling dan kepalanya sudah cenatcenut. Dan, entah kenapa, Kucing akan lebih mudah tertidur jika mendengar suara Beruang. Mungkin suara Beruang sebenarnya mengandung propofol.

Jadi di suatu malam saat Kucing mengeluh susah tidur, Beruang pun berinisiatif untuk menceritakan sebuah dongeng untuk Kucing. Sebelumnya Beruang sudah pernah bercerita tentang Kisah Raja yang Sulit Tidur, sehingga Beruang tidak mungkin mengulang kisah serupa. Beruang juga sudah pernah bercerita tentang Timun Mas (meskipun Kucing sudah tertidur di bagian prolog, padahal Beruang bercerita sampai 3/4 nya :D). Beruang juga sudah pernah bercerita tentang Kisah Putri dan Buah Apel (meskipun Kucing sepertinya sudah tidur sejak kata pertama karena Kucing bersikeras tidak pernah diceritakan kisah itu). Beruang terpikir untuk bercerita tentang Kisah Kancil dan Buaya, tetapi Kucing sudah tau kisah itu dari induk Kucing. Beruang pun berpikir keras, mau mendongeng apa. Akhirnya Beruang menciptakan sendiri sebuah fabel, sebuah kisah antara Kucing dan Beruang.

Inilah kisahnya🙂

Suatu ketika, di pinggir hutan, Kucing sedang bermain-main bola seorang diri. Kucing menendang bola itu kesana-kemari dengan gembira. Suatu saat, Kucing menendang bola terlalu kencang hingga bola masuk ke dalam hutan. Kucing sebenarnya takut untuk masuk ke dalam hutan yang gelap. Namun, akhirnya Kucing memberanikan diri untuk masuk ke dalam hutan dan mencari bolanya yang hilang.

Di dalam hutan, Kucing terus berjalan masuk, semakin dalam, dan semakin dalam. Namun, bolanya tidak juga ditemukan. Hingga, Kucing terkejut oleh sebuah suara, sampai Kucing ketakutan dan bersembunyi di balik semak-semak. Kucing terdiam untuk beberapa saat, dan akhirnya menyadari bahwa suara itu seperti rintihan seekor hewan yang kesakitan. Kucing pun keluar dari semak-semak tempat ia bersembunyi, dan mencari asal suara itu. Kucing pun menemukan siapa hewan yang sedang merintih-rintih kesakitan itu. Hewan itu adalah seekor beruang yang sangat besar.

“Meong”, sapa Kucing. Namun, insting hewan buas Beruang bekerja. Beruang pun mengeluarkan suara, “Grrrrr”. Kucing kembali merasa takut, dan ia kembali bersembunyi di balik semak-semak. Namun, karena merasa kasihan kepada Beruang, akhirnya Kucing memberanikan diri untuk keluar dari tempat persembunyiannya dan mencari tahu apa yang membuat Beruang kesakitan. Kucing pun mendekati Beruang dengan diam-diam, dan melihat punggung Beruang tertancap duri tanaman.

“Pantas Beruang kesakitan”, pikir Kucing. Dengan lincah Kucing pun melompat ke punggung Beruang dan melepaskan duri yang menancap, tanpa sempat Beruang cegah.

Setelah duri berhasil dikeluarkan, rasa sakit yang dirasakan Beruang berangsur-angsur hilang. Beruang pun senang dan berterima kasih kepada Kucing. Akhirnya Beruang dan Kucing menjadi teman. Beruang pun membantu Kucing mencari bolanya yang hilang di tengah hutan.

Setelah mencari cukup lama, akhirnya Kucing berteriak, “Aaaah, itu dia bolaku!” Kucing pun langsung berlari-lari girang menuju bolanya, tanpa menyadari bahwa di dekat bola itu ada sepasang mata yang mengawasinya sedari tadi. Semakin dekat Kucing dengan bolanya, sepasang mata itu juga bergerak perlahan ke arah Kucing. Beruang, yang menyadari bahaya yang mengancam temannya, langsung berteriak, “Kucing! Hati-hati!” sambil berlari ke arah Kucing. Kucing yang tidak menyadari situasi, malah girang melihat Beruang berlari ke arahnya, “Ayo Beruang, sini kejar aku!”

Beruang yang berbadan sangat besar, ternyata tidak mampu menyusul Kucing. Akhirnya, tanpa pikir panjang, Beruang pun melompat ke arah bola Kucing yang hilang, melampaui titik di mana Kucing berada. (oke, bagian ini emang maksa banget, kayanya Beruang udah mentok gimana caranya Beruang bisa nolong Kucing di cerita ini :D)

Buk! Beruang jatuh tepat di atas hewan yang tadi berniat untuk menyerang Kucing. Hewan itu ternyata adalah seekor ular yang besar. Kucing, yang baru menyadari bahaya, merasa ketakutan.

“Meong, meong!” Kucing pun bersembunyi di balik pohon. Sedangkan Beruang, badannya yang besar mulai dililit oleh Ular. Kucing semakin ketakutan. Badannya terlalu kecil untuk bisa menghadapi Ular yang besar dan ganas. Namun, Kucing akhirnya memberanikan diri untuk maju perlahan ke tempat Ular dan Beruang berada. Setelah berhasil mengendap-endap tanpa diketahui, Kucing mencakar Ular dengan sangat kuat (anggap saja cakaran Kucing sangat dahsyat sampai bisa bikin ular syok hipovolemik). Ular terkejut dan terluka parah, sampai lilitannya pada badan Beruang terlepas. (Sampai sini Kucing tertidur beberapa saat dan saat terbangun, Kucing meminta Beruang menceritakan ulang bagian yang terlewati oleh Kucing) Melihat kesempatan emas itu, Beruang pun langsung melarikan diri menjauhi Ular. Kucing berlari di belakang Beruang setelah mengambil bolanya.

Setelah cukup jauh dari Ular, Beruang dan Kucing berhenti berlari. Beruang kembali berterima kasih kepada Kucing. Kucing juga berterima kasih kepada Beruang karena sudah menemaninya mencari bolanya yang hilang. Mereka berdua akhirnya bermain bola bersama dengan riang-gembira. (Beruang perlu mengulang akhir kisah ini karena Kucing lagi-lagi sempat tertidur)

(Sampai sini Kucing dan Beruang sama-sama merasa sangat mengantuk. Mereka berdua akhirnya terlelap. :))

1 Comment (+add yours?)

  1. bella savira
    Nov 06, 2015 @ 16:12:59

    ceritanya bagus banget deh

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: