Kalau gw punya anak nanti…

Kalau gw punya anak nanti, dan anak gw pengen jadi dokter, gw akan bilang,

“Nak, untuk jadi dokter, kamu harus jadi mahasiswa kedokteran dulu. Bukan, bukan Bunda mau melarang kamu untuk jadi dokter, tapi Bunda berharap kamu terlebih dahulu tahu risiko dari keputusan tersebut.”

“Nak, bahkan sebelum kamu mengisi formulir pendaftaran ke Fakultas Kedokteran manapun yang kamu mau, Bunda harap, kamu sudah paham, bahwa menjadi dokter, berarti membantu orang banyak. Memang terdengar klise, Nak, tetapi memang seperti itulah seharusnya.”

“Bunda tidak pernah menjadi mahasiswa fakultas lain, tetapi, yang Bunda pahami, mahasiswa kedokteran bukanlah seorang mahasiswa biasa, Nak. Kelak kamu akan paham sendiri, Nak.”

“Seorang mahasiswa kedokteran dididik untuk belajar banyak, Nak. Seorang dokter harus memiliki banyak kompetensi, bukan hanya dalam mengobati berbagai penyakit, tetapi bahkan mengelola sebuah pelayanan kesehatan. Begitu banyak yang harus kamu pelajari dan pahami selama 5 tahun menjadi seorang mahasiswa kedokteran. Ya, begitu banyak, Nak, begitu banyak. Dan semuanya semata-mata agar kamu dapat menolong pasien-pasienmu kelak.”

“Keingintahuan. Perbanyak keingintahuanmu, Nak. Akan banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepalamu. Cari, cari tahu jawabannya! Keingintahuan, bagi Bunda, adalah hal terpenting yang harus dimiliki seorang mahasiswa kedokteran.”

“Seorang mahasiswa kedokteran dididik untuk penuh tanggung jawab, Nak. Seorang dokter kelak harus mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan kepada pasiennya, dan juga harus mempertanggungjawabkan apa yang tidak ia lakukan.”

“Seorang mahasiswa kedokteran dididik untuk berkorban, Nak. Seorang dokter harus dapat mengorbankan kepentingan pribadinya demi kepentingan pasiennya. Kamu akan dididik untuk mengorbankan waktu tidurmu, waktu mainmu bersama teman-teman, bahkan waktumu bertemu Bunda. Semata-mata agar kamu dapat menolong pasien-pasienmu, Nak.”

“Seorang mahasiswa kedokteran dididik untuk tahan banting, Nak. Seorang dokter tidak boleh memiliki mental yang lemah jika sudah berada di tengah masyarakat. Teguran dosen, tumpukan tugas, tidak lulus ujian, atau stress harian adalah didikan agar kita kuat, Nak.”

“Seorang mahasiswa kedokteran dididik untuk selalu dekat dengan Yang Maha Kuasa, Nak. Seorang dokter hanyalah manusia biasa, sedangkan kuasa-Nya begitu besar. Yang mahasiswa kedokteran pelajari, hanyalah sedikit sekali dari ilmu-Nya. Maka, dekatlah selalu dengan Tuhan. Atas banyak sekali hal yang di luar jangkauanmu sebagai manusia biasa, Tuhan akan atasi.”

“Jika kamu sudah paham maksud Bunda, dan kamu bersikeras menjadi seorang dokter, Bunda tidak akan khawatir atas keputusanmu, Nak.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: