tentang kamu, aku, dan kita semua

Tulisan ini bukan (hanya) tentang sebuah ujian kompetensi dokter di mana hampir setengah pesertanya di seluruh Indonesia dinyatakan belum lulus. Tulisan ini ditujukan bagi mereka yang sedang merasa gagal, terpuruk, dan merasa sedang berada di putaran bawah roda kehidupannya. Dan saya yakin, setiap dari kita pernah merasakan hal tersebut.

Memang bukan ujian tingkat nasional seperti ujian kompetensi, tetapi saat saya dinyatakan tidak lulus dalam sebuah ujian saat masih menjadi coass, bagi saya itu adalah kiamat kecil. Saat itu saya merasa saya adalah coass paling tertinggal, paling bodoh, dan paling tidak kompeten di antara teman-teman saya. Saya merasa saya berbeda.. Saya terus-menerus menangis, bahkan sampai dua minggu lamanya. Saya benar-benar terpukul, apalagi sebelumnya saya jarang bermasalah dengan nilai. Selama ini academic record saya baik-baik saja. Selama dua minggu pikiran saya dipenuhi oleh berbagai pikiran negatif. Hingga akhirnya saya sadar bahwa saat fakta tidak bisa diubah, kita masih bisa mengubah sikap kita dalam menghadapi fakta itu.. Saya sadar bahwa roda di bawah adalah fase dalam hidup yang tak bisa dihindari, dan menangis serta terpukul saat menghadapinya adalah manusiawi. Akan tetapi, setelah jatuh ke bawah, yang menjadi penting adalah rebound; sedalam itu jatuh, setinggi itu juga kita harus bisa naik kembali, bahkan lebih tinggi lagi. Saya pun sedikit demi sedikit berusaha pulih, sampai akhirnya jiwa saya terbakar oleh semangat. Semangat untuk membuktikan kepada dunia bahwa saya mampu, bahwa saya bisa jauh lebih baik kalau saya mau, bahwa saya bukanlah manusia kerdil yang mudah menyerah! Kini, saya justru bersyukur telah mengalami peristiwa pahit tersebut, karena dari sana jiwa saya diperkaya.

Saya yakin, setiap dari kita yang sudah jatuh, pasti bisa melakukan rebound itu. Sebelumnya, tak mengapa kita terlebih dahulu menguras emosi, agar hati kita lebih tenang, lebih lapang, sampai akhirnya kita akan tulus menerima dan menjadikan itu semua sekedar cobaan dari-Nya, yang sesungguhnya amat sayang kepada kita. Rencana-Nya amat besar, jauh lebih besar daripada rencana kita saat ini.

Semangat ya, teman-teman. Jangan pernah merasa sendiri. Karena Tuhan, keluarga, dan sahabat-sahabatmu selalu ada.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: