internship: sebuah media metamorfosa

Jadi ceritanya, gw sudah mulai intership di RSUD Arjawinangun, Cirebon. Empat bulan pertama gw ditempatkan di unit rawat inap dan rawat jalan dulu, sedangkan empat bulan berikutnya gw akan rolling ke IGD. Empat bulan terakhir baru gw ke Puskesmas Ciperna. Untuk minggu-minggu awal, gw dapat giliran di bagian bedah dulu.

Perawat yang ramah

Gw senang sekali karena perawat-perawat di RSUD ini sangat amat ramah dan  welcome. Gw (yang ga tau apa-apa ini) diberi banyak penjelasan tentang kota  Cirebon dan RS, bahkan sampai ada perawat yang bersedia menemani gw naik elf😀.

Elep si elf

Ngomong-ngomong soal elf (klo orang sini bacanya elep :D), gw sempat pulang-pergi kosan-RS dengan elf. Gw merasa perlu untuk bisa mandiri ke  mana-mana (setidaknya ke RS tempat gw bekerja), jadi meskipun ada teman-teman yang bawa mobil pribadi (dan bisa ditebengin), gw tetap mencoba si elf😀. Elf ini adalah angkutan umum yang banyak ditemukan di wilayah Jawa Barat (tapi tidak di Jakarta, makanya sepertinya elf ini adalah benda baru bagi sebagian temen-temen gw :D). Apa sih yang menarik dari elf? Banyak😀. Dari mulai menunggu dan memilih elf mana yang harus ditumpangi (seringkali tidak ada tulisan jurusan di elf itu, jadi cara untuk mengetahui jurusan elf itu adalah dengan mengkonfirmasi secara oral ke kenek/sopir atau bisa juga dengan melihat kode yang dibuat oleh tangan kenek/sopir), berdesak-desakan di dalam elf (satu buah kursi bisa diduduki oleh 2 orang, belum lagi klo ada kursi tambahan dan para penumpang yang terpaksa berdiri.. makanya susah banget untuk masuk dan keluar elf :D), ditambah dengan debu-debu dan aroma-aromanya, dan yang paling parah, ketidakamanannya (elf dikenal banyak copet, jadi harus hati-hati terhadap benda berharga di dalam tas). Yeah, pertama kali gw naik elf, yang ada di pikiran gw pertama kali adalah: andai saja gw ada mobil pribadi, andai saja gw bisa menyetir dengan benar. Tapi, menit-menit berikutnya, tanpa gw duga, gw ‘menikmati’  perjalanan menggunakan elf ini. Entahlah, tapi gw jadi sadar, hey, inilah Indonesia! Di mana sebagian besar masyarakatnya memang menggunakan transportasi umum(seperti elf) untuk bepergian. Memang benar, lihatlah ke bawah, maka kau akan bersyukur. Saat gw melihat seorang ayah yang mengantar anak perempuannya sekolah naik elf (dan harus berdiri karena tidak mendapatkan kursi), gw bersyukur saat sekolah dulu gw bisa diantar orangtua naik mobil. Saat gw melihat seorang nenek, gw bersyukur nenek gw bisa ke mana-mana diantar anak-cucunya pake mobil.

Panasnya membara!!

Cirebon adalah kota yang sangat panas! Berkali-kali lipat panasnya dibandingkan Jakarta! Gw perlu payung untuk bisa berjalan-jalan di bawah sinar matahari Cirebon, terutama saat tengah hari. Setahun tinggal di sini gw harus siap-siap gosong..😦

Nasi jamblang

Makanan khas Cirebon (yang gw sudah coba) adalah nasi jamblang. Sebenarnya nasi jamblang adalah nasi putih biasa dengan lauk-pauk, tapi ciri khas makanan ini adalah alasnya yang menggunakan daun jati, porsi nasinya yang sedikit (bapak-bapak biasanya memesan 2-3 porsi nasi), dan sambalnya yang berupa potongan-potongan panjang cabe merah tanpa biji (sehingga tidak pedas sama sekali).

Nasi jamblang

Bahasa Jawa >> Bahasa Sunda

Hal yang membahagiakan gw saat pertama kali mendapat kabar bahwa angkatan gw dapet internship di Jawa Barat adalah soal bahasa. Gw (yang kebetulan berdarah Sunda) pikir Jawa Barat adalah tanah di mana satu-satunya bahasa daerah yang dipakai adalah bahasa Sunda. Ternyata oh ternyata, hal ini tidak berlaku di Cirebon (yang gw baru ngeh secara geografi memang dekat sekali dengan Jawa Tengah), di mana sebagian besar penduduknya berbicara menggunakan bahasa Jawa. Gw mengalami kesulitan saat menggali riwayat penyakit pasien, karena yang gw dengar dari pasien hanyalah serentetan kata-kata yang tidak gw mengerti. Hufff. Sejauh ini gw cuma mengerti beberapa kosakata saja seperti nengkene dan nengkono hahaha, tapi gw harap tidak lama kemudian gw bisa memahami bahasa Jawa.😀

Tempat tinggal

Beberapa waktu lalu gw dan Gebi sempat terpikir untuk mengontrak sebuah rumah. Namun, karena berbagai pertimbangan (terutama karena alasan security) akhirnya kami memutuskan untuk tetap tinggal di kosan. Hanya saja, akhirnya kami berpisah kamar. Gw tetap di kamar B, dan Gebi pindah ke kamar A (yang sebelumnya ditempati oleh Vinda).

Kamar gw di sebelah kanan atas

Tempat menggalau😀

Pendewasaan

Internship bagi gw bukan hanya sekedar magang di daerah selama 1 tahun. Well, I’m a complicated person, hehe. Actually…ini bukan soal RS tempat gw bekerja, bukan soal tempat tinggal, bukan soal teman-teman serombongan. Ini tentang gw sendiri, yang selama ini selalu takut menghadapi hidup (dan realita yang mengisinya), dan tiba-tiba dipaparkan kepada hal-hal baru yang, entah gw bisa atau tidak melewatinya, hehe. Yang jelas, di sini gw berusaha membunuh satu per satu rasa takut gw, kecemasan gw, dan ketidakyakinan gw akan kemampuan diri. Gw sadar sudah saatnya gw berdiri di atas kaki sendiri, dalam arti, setiap tantangan hidup memang untuk dihadapi, bukan untuk dihindari. Karena toh, lari tidak menjamin tantangan itu tidak akan datang lagi; lari hanya membuat jiwa kita kerdil. Dan gw ga mau.

Dan untuk melakukan itu semua, gw perlu motivasi yang amat besar. Dan sungguh, tidak ada motivasi yang lebih besar daripada pelukan-Nya. Setiap melangkah, terutama saat disertai rasa enggan (entah karena rasa takut atau rasa malas), ingatan bahwa setiap tindakan yang diniatkan untuk beribadah kepada-Nya akan menjadi bekal gw kelak, selalu menjadi penyembuh. Bahwa hal-hal terkecil sekalipun yang gw lakukan, akan berarti besar di mata-Nya. Bahwa setiap usaha gw membunuh setiap rasa takut adalah berarti di timbangan-Nya. Dan, di sini juga, gw kembali diingatkan, bahwa tidak ada (seorangpun!) yang bisa menjaga gw, kecuali Allah, dengan kekuatan-Nya yang
mencakup segala hal.

***

Satu tahun ke depan, mudah-mudahan bukan menjadi satu tahun yang sia-sia.
Satu tahun ke depan, mudah-mudahan menjadi satu tahun penuh pembelajaran, bukan hanya tentang bagaimana menjadi dokter Indonesia yang baik, tetapi juga tentang bagaimana menjadi manusia yang matang dan bijak.🙂

5 Comments (+add yours?)

  1. FAM
    Nov 13, 2011 @ 10:37:11

    widih super sekali cuuuy….hahahaa……
    ah gak enak tuh nasi jamblang pake sambel tapi ga pedess…cupu cupu aaah…:)
    wah kyknya lo udah aktif aja……gw puskes dulu nih baru besok malah mulai…hahaha….seminggu kebanyakan orientasi dan nganggur2…hihihi…
    okay……..Good Luck internshipnya cuuuy…..kalo ada makanan yg enak2 kasi tau ya biar gw terbang ke cirebon…hohoho

    Reply

    • hanifmiauw
      Nov 13, 2011 @ 10:48:14

      aaaaa cuuuuyyyyyy!!!!!!! apakabar loooo?? kangeeeeeeeen!! >.<
      iya niiiih, gw di RS duluan.. hahaha met nganggur yaaa.. eh beneran yaaa, maen2 ke cireboon!
      gudluck juga internshipnya cuy! doakan gw ga menghitam di sini hahaha😄

      Reply

  2. ersinto
    Nov 13, 2011 @ 14:35:00

    Hooo ternyata udh mulai bekerja ya. Semangatt ya disana. Mudah2an jadi dokter indonesia yg matang dan bijak. Aminn..
    Ditunggu postingan selanjutnya ya🙂

    Reply

  3. FAM
    Nov 13, 2011 @ 19:25:43

    hohoho…..Alhamdulillah baik bgt cuy….seminggu ni gw cuma tidur mulu….bingung nih g ada tempat maen deh disinii………jauh sejam ke bogor (-.-)”….
    waaah gw emg ngangenin sih cuy..ihihihihihy……iya gw jadi pengen maen ke tempat para 7K kan pisah2 tu tempatnya…..tapi liburnya ternyata minim bgt cuy maksimal 2 hari berturut..parah!!….
    ok good luck juga internshipnya cuyyy…..gak bakal menghitam lagi kok cuy….
    *lagi…..hahahaha

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: