never argue with stupids

Satu hal yang secara konstan gw pelajari akhir-akhir ini adalah tentang kesabaran. Bagaimana kejadian demi kejadian yang membakar emosi (yang sayangnya ga bisa gw ceritakan di sini karena alasan etika) kami coba hadapi dengan mengelus dada.

Gw ga pernah mempermasalahkan orang bodoh. Bukan saja karena gw sendiri ga pintar-pintar amat, tetapi juga masalah pintar atau bodoh seringkali adalah soal karunia Tuhan. Bagi mereka yang memang sudah bakatnya cerdas, apalagi keluarganya dikaruniai kemampuan finansial yang baik sehingga sejak kecil sudah les ini-itu, tentu ga bisa disamakan dengan anak dari pedalaman yang orang-orang di sekitarnya buta huruf dan orangtuanya tidak punya cukup uang bahkan untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai lulus SD. Maka, kecuali kebodohan yang mengakibatkan kerugian bagi publik (seperti mabuk-mabukan lalu menyetir, dan akhirnya menabrak orang hingga tewas), gw ga pernah mempermasalahkan. Tapi, kepada orang-orang yang tidak punya etika, sopan-santun, dan norma, gw ga bisa lagi toleran. Ini yang bagi gw, benar-benar the real stupids.

Akhir-akhir ini gw menjumpai orang-orang seperti ini di dunia nyata (satu-satunya hal yang bisa gw ucapkan terima kasih kepada mereka adalah karena mereka sudah membuat mata gw lebih terbelalak menatap realita, so I can be less naive). Mereka bisa berformasi menjadi banyak bentuk; orang yang menyerahkan kewajiban-kewajibannya begitu saja kepada orang lain (tanpa kata ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ sama sekali) tetapi kerjanya hanya protes tanpa henti, orang yang menyalahkan terus orang lain tanpa sama sekali becermin dan introspeksi, orang yang terus berkicau tentang apa yang tepat dilakukan sementara sikapnya sendiri jauh dari teladan, orang yang terus mengkomplain hasil pekerjaan orang lain sementara ia sendiri hanya ongkang-ongkang kaki, dan banyak lagi. Yes, they exist. Bahkan, lebih parahnya lagi, orang-orang seperti ini beberapa memiliki jabatan. Dunia mungkin memang sudah gila.

Berkali-kali gw ingin menjotos orang-orang seperti ini, kalau saja gw tidak ingat bahwa melakukan hal ini hanya akan menyusahkan diri sendiri dan malah membuat gw sama buruknya dengan mereka. Kalo kata bokap gw, “Marah, normal. Tapi harus tetap smart, jangan sampai mencelakakan diri sendiri.” Bokap, yang memang selalu menjadi wadah hampir semua luapan emosi gw, menambahkan, “Akan lebih banyak lagi orang-orang brengsek yang kamu temui kelak. Sekarang cuma warming up dan vaksinasi aja.” Gw percaya.

Out of topic, bokap gw ini bukan hanya tempat curhat yang enak karena nasihatnya melegakan, tetapi juga sangat entertaining, dengan gaya mantan premannya😀. Seringkali kekesalan gw (yang gw curhatkan kepada beliau), langsung hilang setelah direspons oleh bokap, bahkan gw suka geli sendiri. Waktu itu gw sedang kesal kepada seseorang, lalu kata bokap gw, “Bilang ke dia, ayah kamu dukun santet, biar dia takut.”  Spontan gw ngakak😀. Waktu gw kesal karena laptop gw rusak, bokap gw bilang, “Coba ludahin deh, habis itu ntar nyala.”😀

Back to the topic. Kepada orang-orang seperti yang tadi gw ceritakan, gw belajar bukan saja untuk menahan sabar menghadapi sikapnya, tetapi juga belajar untuk mengaplikasikan peribahasa ‘anjing menggonggong, kafilah berlalu’. Seorang teman bilang, “Never argue with stupids. They drag you down to their level then beat you with experience.” Jadi, orang-orang seperti itu ga usah ditanggapi. Ga berguna. Biarlah mereka dengan dunianya sendiri. Lebih baik didoakan supaya segera disadarkan kepada kesalahannya (dan kena batunya). Gw juga belajar untuk, jangan sampai sikap mereka membuat gw cemberut terus sepanjang hari. Jangan sampai mereka merusak hari-hari gw. Bagaimanapun, hal-hal seperti ini memang menjadi bagian hidup kita, jadi kita harus membiasakan diri.

Dan yang terpenting, ambil pelajaran dari mereka. Jangan sampai gw kelak menemukan diri gw menjadi orang dengan pribadi dangkal seperti itu. Kejadian-kejadian ini disyukuri saja, karena pasti memberi andil yang penting untuk maturitas gw.

6 Comments (+add yours?)

  1. ersinto
    Mar 27, 2012 @ 14:32:50

    cakar saja orang-orang itu!! grrrrrr meouw😀

    Reply

  2. ersinto
    Mar 27, 2012 @ 14:38:26

    hati-hati beruangnya ngamukl loh😉

    Reply

  3. Irma handayani
    Mar 28, 2012 @ 15:37:59

    sabaaarrr ya nif…. aku kayaknya ga akan bisa menghilangkan kekesalan dalam waktu sekejap, mungkin bersikap sedikt radikal, lalu menyesal.so, kamu udah bersikap benar nif..😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: