tentang menjadi manusia yang berdaya

First of all, gw mau mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan gw, baik sikap maupun perkataan yang kurang berkenan. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua, dan mengembalikan kita dalam keadaan fitri. Amin ya rabbal ‘alamin.

Gw juga mau mengucapkan selamat ulang tahun ke-24 untuk beruang raksasa berwarna coklat berperut bundar. Semoga tambah langsing!! Hehe.. Semoga tambah soleh, tambah sukses, tambah bijak dan matang, dan selalu dilimpahi-Nya kasih sayang di dunia maupun akhirat. Amin ya rabbal ‘alamin.

Gw baru balik dari libur lebaran 6 hari lamanya. Day-off yang akhirnya benar-benar baru bisa gw katakan sebagai ‘liburan’, karena sebelumnya day-off yang gw dapatkan selama 9 bulan ini paling-paling weekend 2 hari. Senang sekali rasanya, bisa kembali berkumpul dengan keluarga -inti maupun keluarga besar-, untuk bersilaturahmi, saling menanyakan kabar, makan bersama, ziarah ke makam keluarga, sampai saling menertawakan dan mencerca😀. Simple happiness in holy days.

Lebaran tahun ini adalah lebaran yang sungguh berbeda, dengan alasan yang tidak bisa gw jelaskan di sini. Lebaran yang rasanya, gw merasa lebih dewasa beberapa tingkat daripada di tahun-tahun sebelumnya (amin). Lebaran, yang di dalamnya, gw menghayati sebuah pembelajaran baru tentang (lagi-lagi) kehidupan.

Ini tentang ketabahan. Ketabahan menghadapi ujian dan cobaan hidup. Ini tentang keikhlasan. Keikhlasan menjalani hal-hal yang sesungguhnya tak ingin kita temui. Ini tentang kebersamaan. Kebersamaan melalui masa-masa sulit dan pahit. Ini semua tentang kehidupan, yang terlalu kaya untuk kita serap sekaligus semua sari makna yang dikandungnya. Ia mau kita mentafakurinya perlahan dengan hati, agar semua ini tak menjadi sia-sia, malah menjadi batu loncatan untuk meraih kehakikian.

Tentang menjadi manusia yang berdaya. Kali ini hidup menggarisbawahi hal ini berkali-kali. Bahwa menjadi manusia yang berdaya adalah sebuah keniscayaan. Manusia yang tidak berdaya akan seperti burung tanpa sayap, atau gajah tanpa belalai, atau hutan tanpa pohon. Mereka tidak dapat berfungsi optimal, bahkan membutuhkan topangan dari luar, untuk bisa bertahan. Tanpa mereka sadari, orang-orang di luar mereka bertransformasi, membuat konfigurasi baru, karena tidak cukup hanya sekedar memaklumi, semua perlu berkompensasi.

Berdaya atau tidaknya seseorang, tentu tidak bisa ditentukan dari aspek tunggal semata. Ia meliputi banyak spektrum, materi dan non-materi, dan akan berbeda-beda setiap orang. Tapi, bagi gw sendiri, ada beberapa hal yang gw catat baik-baik dalam hati.

Finansial. Menjadi manusia yang berdaya tidak harus menjadi kaya raya. Mampu mencukupi kebutuhan sendiri tanpa bantuan dari orang lain, serta bisa membantu keluarga/kerabat yang membutuhkan, gw rasa sudah lebih dari cukup.

Profesi. Bagaimanapun juga, setiap dari kita sudah seyogyanya kompeten di bidang/profesi masing-masing. Berkaitan dengan profesi gw, maka (berupaya) menjadi seorang dokter yang berdaya/kompeten adalah sebuah keharusan. Lagipula, melalui profesi masing-masing, kita bisa membantu dan beribadah, atau justru mencelakakan dan berdosa.

Karakter. Karakter mengambil peran yang penting dalam hidup. Orang yang memiliki karakter yang baik akan lebih berdaya dalam menjalani dan menghadapi tantangan atau ujian hidup. Memang tidak mudah membangun karakter yang baik. Selain perlu waktu yang lama, juga diperlukan kesadaran diri pribadi, untuk bisa mengganti karakter yang kurang baik menjadi lebih baik.

Agama. Gw percaya dan yakin sepenuhnya bahwa agama adalah modal untuk hidup bahagia, bahwa kebahagiaan seseorang ditentukan oleh kedekatannya kepada Tuhan. Lagipula, hanya iman dan amalan saleh yang akan menjadikan kita seorang hamba yang berdaya di akhirat kelak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: