I am done.

Alam semesta bekerja dengan caranya sendiri yang ajaib dan begitu luar biasa. Sebelumnya, tidak pernah gw begitu terperangah dengan cara Tuhan yang demikian luar biasa -gw tidak punya kata lain untuk mendeskripsikan- dalam mengatur jalan hidup manusia, menunjukkan dan memberikan jalan yang terbaik.

Jalan-Nya selalu baik. Jauh melebihi nalar manusia. Hanya Allah yang Maha Tahu. Jauh, jauh, jauh, daripada apa yang manusia mampu pahami.

Gw sampai pada titik, di mana gw tidak lagi perlu penjelasan manusia. Semesta dan Pencipta-Nya sudah menjelaskan, dengan cara yang, lagi-lagi, luar biasa. Bahkan tanpa sedikitpun gw minta. Allah Rahman, Allah Rahim.

Gw sampai pada titik, di mana gw merasa begitu tenang dan damai. Tak pernah hati gw setenang dan sedamai ini. Yang hanya bisa datang dari Allah, dengan kasih sayang dan cahaya-Nya.

Gw sampai pada titik, di mana gw hanya ingin menjadi manusia dan hamba-Nya yang baik, apapun yang terjadi pada gw, bagaimanapun manusia lain memperlakukan gw. “What you do not want to do is act like you know everything, attempt to debate everything, or overly defend yourself in a way that might make you angry or upset. This will just cause heartache and uneasiness. Your priority now should be to work on yourself.”

Gw sampai pada titik, di mana gw tidak ingin menyalahkan siapapun. Gw tidak menginginkan keburukan bagi siapapun. Merupakan sebuah keniscayaan bahwa setiap manusia akan melakukan kesalahan. Namun, merupakan sebuah pilihan apakah kita mau berusaha membersihkan diri atau tetap selamanya berdosa. Gw hanya bisa berdoa, semoga setiap dari kita diberikan Allah kesempatan di dunia untuk menyucikan diri kita, dan diteguhkan jiwa kita dalam menjalani segala proses pembersihan tersebut. Hingga luruh segala dosa dan khilaf yang pernah kita perbuat.

Terima kasih, Wahai Allah, atas perlindungan-Mu, atas cahaya-Mu, atas petunjuk-Mu, atas kasih sayang-Mu, atas semua yang telah Engkau berikan kepada hamba, yang mungkin masih jauh dari pantas menerimanya. Hamba berlindung kepada-Mu dari kesedihan yang berkepanjangan, Ya Allah. Hasbiyallah. Cukuplah Engkau bagiku.

Semoga semua ini menjadi penggugur dosa-dosa gw yang menggunung selama ini, menjadi pembersih dan penguat jiwa gw, juga menjadi pembelajaran berharga bagi gw. Semoga semua ini adalah kepompong yang mengubah ulat buruk rupa seperti gw menjadi seekor kupu-kupu yang elok. Suatu hari nanti di negeri yang abadi. Amin ya rabbal ‘alamin.

Terima kasih kepada sahabat-sahabat terdekat, yang begitu men-support dan menyayangi gw dengan tulus. It is a very big blessing to have you all. Proses recovery gw jadi cepet banget. Hanya Allah yang mampu membalas kebaikan hati kalian semua..

Terakhir. Untukmu. Yang aku yakin, aku (pernah) mengenalmu dengan cukup baik. Aku hanya ingin menyampaikan satu hal padamu. Berdoalah agar Allah memberi ketabahan dan kekuatan bagi hatimu, untuk kembali menjadi seperti saat aku pertama kali mengenalmu. Bahkan lebih baik lagi.

Sayonara.

3 Comments (+add yours?)

  1. wida
    May 10, 2013 @ 12:06:27

    What a wonderful feeling you have, Aniip.. And as always, with the amazing words to describe it.

    Tulisan ini banyak banget doa bagusnya. Gw ikut mengamini ya.
    Amiin..amiin..amiin yang banyak, hehe..

    Reply

  2. nadiafriza
    May 12, 2013 @ 08:59:17

    😥

    Reply

  3. juno
    May 20, 2013 @ 14:00:15

    lagi iseng blogwalking, kenapa nip?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: