ketika luka berbahasa

Satu luka mampu mengisahkan sejuta cerita. Tapi siapakah mereka sampai kamu bersedia menceritakannya? Siapa pula kamu sampai-sampai lukamu menjadi penting untuk mereka tahu? Luka orang lain saja, yang kebetulan kamu ketahui, akan kamu bawa mati, apalagi lukamu sendiri?

Menganggap luka kita lebih dalam daripada luka orang lain itu tak pantas. Setiap orang memiliki lukanya masing-masing. Hanya saja kita tak memiliki kemampuan untuk melihatnya. Jadi, selalu hormati orang lain. Kamu tak pernah tahu sudah sepayah apa ia berjuang, dan pernah sesekarat apa ia.

Luka-lah yang mendewasakan seseorang. Menjadikan ia lebih kuat dan tegar. Menjadikan ia lebih sanggup untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Manusia ditakdirkan untuk belajar lebih banyak dari luka dan kegagalan, bukan dari tawa dan kesenangan.

Tapi luka juga melahirkan trauma. Membentuk seseorang menjadi pribadi yang seolah mati rasa. Yang menatap hidup dengan dingin tanpa riak emosi. Tidak selalu. Tapi bisa jadi.

Luka juga yang menjadikan seseorang lebih waspada dan tak mudah percaya. Ia tahu, keselamatannya murni tanggung jawabnya pribadi; tak ada satupun orang yang mampu melindunginya. Sekalipun ada yang benar-benar berusaha melindunginya, takkan menjamin selamanya ia bebas dari luka. Tapi setidaknya, kini ia belajar membedakan mana yang melukainya dengan sengaja, dan mana yang melukainya, semata karena keterbatasannya sebagai manusia.

Maka seseorang yang pernah benar-benar terluka, tak akan pernah lagi berteduh pada siapa-siapa. Hanya ada dia dan Yang Maha Kuasa.

Tapi bagaimanapun juga, kita harus hidup dengan proporsional. Menjadi getir sesudah terluka, adalah manusiawi. Tapi jauh lebih baik, bila luka mampu menjadikanmu lebih tegar tanpa perlu menjadi seorang yang getir.

Di antara semua luka, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada luka yang kamu buat sendiri. Untuk pulih, perlu dialog yang panjang dengan diri sendiri, perlu jiwa yang bebas dari gaduh-gelisah. Dan tentu saja, perlu waktu, untukmu memaafkan dirimu sendiri. Karena pernah melakukan sesuatu yang salah, berjuang di medan perang yang salah, menghabiskan waktu pada hal yang salah. Karena, entah mengapa, pernah menjadi seseorang yang begitu bodoh.

Tapi luka bukan untuk dipikirkan apalagi diratapi berlebihan. Karena sampai kapanpun juga, kamu tak akan bisa melepaskan diri dari luka, sekencang apapun kamu berlari. Selamanya ia melekat erat pada dirimu, menyatu sebagai salah satu elemen pembentuk atas siapa kamu hari ini. Luka juga yang membuat kita menjadi pribadi yang lebih arif kepada sesama manusia.

Jangan didik dirimu untuk tak pernah jatuh. Tapi didiklah dirimu untuk selalu bangkit. Jatuhlah seratus kali, asalkan bangkit seratus satu kali.

Terakhir. Kamu tak pernah benar-benar mengenal seseorang, sampai kamu mengerti kisah mengenai lukanya. Dan kamu tak benar-benar menyayangi seseorang, sebelum kamu mampu menghormati lukanya. Tentang bagaimana ia mendapatkannya, dan bagaimana ia berjuang menyembuhkannya.

😉

6 Comments (+add yours?)

  1. G
    Dec 13, 2013 @ 15:51:26

    keren nif (y)
    #ehhhh ponijem😛

    Reply

    • hanifmiauw
      Dec 14, 2013 @ 06:41:08

      Hei hei gilaaang, siapa lagi yang manggil ponijem klo bukan gilang, haha. Anyway thanks for visiting!🙂

      Reply

  2. Irma handayani
    Dec 22, 2013 @ 00:33:49

    Like this…🙂 slalu takjub deh klo baca tulisanmu😉

    Reply

  3. wida
    Feb 27, 2014 @ 15:42:29

    Niiip, baca tulisan lu tiba2 bikin kangen! Haha..

    Kapan ke Jakarta? Siniiii main sama dedek Talitha😀

    Reply

    • hanifmiauw
      Feb 28, 2014 @ 05:41:16

      Maminya dedek talithaaa, apakabar wid? Dah lama ga ketemuuu, kangeeeen! Gue belum cubit pipinya talitha nih haha😀 . Belum tau wid kapan ke jakarta, yg pasti setelah mei, selesai kelar PTT..

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: