let’s daydream!

Well, setelah beberapa waktu terakhir bergulat dengan luka masa lalu (dan alhamdulillah sembuh juga😀 -Segala Puji bagi Allah yang Maha Penyembuh), sudah waktunya gue menulis sesuatu yang lebih prospektif!

Berawal dari iseng-iseng surfing ke blog temen-temen lama, dan menyadari bahwa selama ini temen-temen gue keren-keren! Di usia yang sama dengan gue, pencapaian mereka begitu luar biasa. Ada yang lagi sekolah di Harvard, kerja di perusahaan besar di Jepang, bikin banyak riset (dan dipublikasikan), dll. Kereeeeen. Sementara gue? Belum punya karya apa-apa.. Masih hobi tidur dan main sama udin si kucing piaraan. *garuk-garuk tanah* Blog gue juga kebanyakan isinya…ga penting, bukan sesuatu yang bermanfaat buat orang banyak. Yassalaaam. Kaya ada telapak tangan tak kasat mata menampar-nampar pipi gue.

Memang sih, karir setiap profesi punya lika-liku yang berbeda. Karir medik dan nonmedik tentu ga bisa disamakan. Tapi tetep aja, gue merasa belum berbuat banyak. Masih menghabiskan waktu untuk hal yang kurang berguna. Masih belum tekun. Masih suka bermalas-malasan. Masih suka menunda-nunda pekerjaan. Masih lebih memilih jalan yang mudah dan datar-datar aja, dan enggan menempuh jalan mendaki. Padahal katanya, “When you find yourself climbing, you’re on the right track.”

Maka dari itu, meski ini bukan lagi tahun baru, tapi gapapa yaaa bikin resolusi, hehehe. Ada hal-hal yang gue harap bisa gue capai di tahun ini, ada juga mimpi-mimpi konyol yang gue harap bisa gue capai suatu saat nanti, meski entah kapan. Semoga bisa jadi penyemangat untuk terus bergerak, sekaligus jadi pengingat, kalau sewaktu-waktu gue lupa pernah punya mimpi-mimpi untuk diwujudkan.

Resolusi 2014:

1. Memanfaatkan sisa masa bakti sebagai dokter PTT dengan sebaik-baiknya.
Saat ini gue sedang mengabdikan diri di sebuah daerah perifer di Kalimantan Barat. Insya Allah pada akhir bulan Mei 2014, masa bakti gue selesai. Hmm, tentang lika-liku perjalanan 1 tahun gue PTT di sini, akan gue bikin tulisan terpisah🙂 . Tapi pada intinya, 3 bulan terakhir gue di sini, mudah-mudahan kehadiran gue bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, lebih besar daripada 9 bulan pertama. Gue ingin, ketika gue selesai PTT di sini, gue puas dan lega, karena sudah melakukan pelayanan yang terbaik.

2. Sekolah lagi.
Sepulang PTT, Insya Allah gue akan mendaftar spesialis. Mudah-mudahan segala sesuatunya berjalan lancar.. Mohon doanya ya🙂

3. Lancar nyetir mobil!
Ya Tuhaan, skill ini dari dulu ga pernah bener-bener gue kuasai, alias cuma setengah bisa. Salah gue juga sih, suka males-malesan kalo disuruh nyetir. Belum berasa pentingnya soalnya, hehe, kebiasaan dianterin bokap ke mana-mana atau nebeng temen. Sekarang, setelah bokap udah makin sepuh dan rasanya udah ga pantes lagi anak gadis usia 25 minta dianter ke mana-mana (bahkan bokap gue suka nganter dan nungguin gue hair spa loh😀 ), dan temen-temen yang biasa ditebengin juga udah pada married, sementara punya kemampuan mobilitas itu adalah mutlak, kayanya emang harus maksain diri bisa nyetir…biarpun jujur aja, kemampuan visuospasial gue minusssss banget, dan kalo gue sampai bisa nyetir dan bisa tau arah ato inget jalan, pasti itu…keajaiban.

Selain hal-hal yang ingin gue capai di 2014, ada juga beberapa hal lain yang gue impikan bisa terwujud, at least once in my lifetime. Some of them are…ehm, ridiculous, though.😀

1. Salah satu mimpi konyol gue: pengen nulis buku! Buahahahaha.
Sejak kecil gue senang dengan pelajaran bahasa dan juga senang menulis. Waktu masih SD, di saat temen-temen gue mengeluh kalo guru ngasih tugas mengarang bebas, gue justru sebaliknya. Gue malah enjoy, menumpahkan ide-ide di kepala gue lewat tulisan. Saat SMP, gue mulai suka membuat cerpen-cerpen. Pernah juga gue iseng ngirim cerpen ke salah satu majalah remaja. Tapi, tentu aja, ga dimuat, haha.
Ketika gue kuliah, gue mulai bikin blog pribadi dan menyalurkan hobi menulis gue di sana. Gue paling seneng saat menulis metafora. Tapi yah gitu deh, gue ga produktif juga nulisnya. Jadinya kebanyakan isi blog gue malah tulisan-tulisan ga jelas, haha.
Well, sejauh ini gue ga pernah serius sih menggeluti dunia tulis-menulis. Cuma sebatas hobi aja. Writing makes me happy. That’s all.😀

2. Melihat dunia.
Pengeeeeen banget, at least once in my lifetime, merasakan yang namanya tinggal di negeri orang. Bukan menjadi turis yang singgah sejenak, foto-foto buat diunggah di socmed, belanja, lalu pulang. Melainkan tinggal cukup lama, berinteraksi dengan penduduk lokal, belajar bahasa dan budaya setempat langsung dari penduduknya.. Gue yakin dari sana akan ada banyak sekali pelajaran kehidupan yang bisa dipetik. Gue percaya bahwa kebijaksanaan didapat dari wawasan dan pengalaman yang luas, serta pemikiran yang terbuka. Adopsi nilai-nilai yang baik, dan tinggalkan yang buruk.

3. Building a great family.
I know I’ve been a…ehm, single, for couple of months, so me talking about this seems…inappropriate, haha. But, I have my own imagination of what kind of family I wanna build…one day.
Gue melihat orang-orang Indonesia itu banyak tertarik dan menghabiskan waktu, uang, ataupun perhatian pada hal-hal yang honestly…ga penting. Contoh sederhananya, kita berlomba-lomba beli smartphone, yang ujung-ujungnya socmed lagi socmed lagi yang dibuka. Menghabiskan waktu ga jelas melihat status orang-orang, foto-foto, dll. Padahal waktu adalah aset yang paling berharga. Sementara niscaya, bahwa kalo kita ga sibuk dengan hal-hal bermanfaat, pasti kita sibuk dengan hal-hal ga bermanfaat. Contoh lain, kita juga merasa memiliki prestige saat makan di resto mewah, foto bersama makanan yang harganya selangit (padahal worth it banget ga, sehat juga ga), lalu diunggah di socmed. Sorry to say, tapi buat gue, kita semua selama ini kebanyakan gaya, dan itu memuakkan dilakukan oleh bangsa yang masih bergulat dengan kemiskinan dan kebodohan seperti kita. Masyarakat kita rupanya belum punya karakter yang kuat, silau dengan hal-hal tersier, dan justru sering lupa dengan hal-hal primer. Padahal seharusnya, bangsa kita menyibukkan diri dengan giat belajar, bekerja, dan berkarya.
Jadi, jika suatu saat nanti berkeluarga, gue harap gue dan suami (jangan tanya siapa😀 ) bisa kompak bekerja sama membangun sebuah keluarga dengan karakter yang kuat, keluarga yang hanya (bersedia) disibukkan dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Gue ingin keluarga gue nanti, lebih memilih untuk membeli buku baru ketimbang membeli baju atau sepatu baru, lebih memilih untuk belajar bahasa, musik, atau apapun yang lebih jelas manfaatnya ketimbang nongkrong ga jelas, lebih bangga makan masakan gue (yang mudah-mudahan aja enak😀 ) ketimbang makan makanan resto, lebih memilih menghabiskan minggu pagi dengan berlarian di taman atau bersepeda ketimbang guling-guling malas-malasan di depan TV. Gue juga berharap anak-anak gue nanti terbiasa mengemban tanggung jawab sejak dini, karena saat dewasa kelak, mau ga mau pundaknya harus kuat terhadap beban. Terbiasa terlibat dalam berbagai urusan sejak dini, karena semakin banyak wawasan dan pengalaman, semakin baik decision-making seseorang. Terbiasa hidup ga serba mudah, karena mau ga mau, keberhasilan seseorang tergantung daya tahan dan ketabahannya. Juga, terlatih untuk punya banyak keterampilan, karena seberapa bermanfaat dirinya yang menjadikan berkah kehadirannya.
Gue ingin membangun keluarga yang bukan hanya sekedar menambah populasi atau menuh-menuhin negara tanpa memberi sumbangsih apa-apa. Tapi sebuah keluarga yang kuat dan menguatkan sekelilingnya, keluarga yang memberi nilai guna untuk banyak orang, keluarga yang sejak awal sadar bahwa hidup adalah perjuangan sementara untuk istirahat yang kekal di negeri akhirat, bahwa hidup di dunia semata-mata untuk beribadah dan mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya, agar kelak bisa berkumpul kembali bersama-sama di surga-Nya, selamanya.
Tapi, tentu aja, pertama-tama gue harus jadi orang tua yang oke dulu😀 sosok yang bisa dijadikan teladan oleh anak-anak gue. Bismillaaah, mudah-mudahan bisa!

Well, those are my dreams😀 . What are yours?

Mudah-mudahan Allah memberi kita kesempatan dan kekuatan untuk bisa memeluk mimpi-mimpi kita. Amin amin amiin.

“If your dreams do not scare you, they are not big enough.”😉

4 Comments (+add yours?)

  1. Irma handayani
    Mar 03, 2014 @ 22:25:51

    Aamiiinn…resolusinya bgus nif…tinggal konsekuen buat ngejalaninnya.hehee..miss u :-*

    Reply

  2. Sasa
    Apr 14, 2014 @ 02:31:11

    Mantap mbak. Pengen ikut ptt juga tapi lama banget 2 tahun. Ada rekomendasi tentang tempat ptt mbak? Ditunggu postingan tentang pttnya ^^

    Reply

    • hanifmiauw
      Apr 14, 2014 @ 08:45:19

      Hehe, alhamdulillah saya dapet tempat PTT yang masih bisa setahun. Klo untuk PTT daerah, kayanya tempat PTT cukup banyak pilihannya mbak, tapi emang lebih enak klo ada kenalan.. Iya, insya Allah habis PTT selesai saya bikin tulisan cerita-cerita tentang pengalaman setahun PTT ^^

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: