tiga pilar wanita

Bertahun-tahun mengalami kebingungan kronik tentang bagaimana caranya agar tetap bisa berkontribusi untuk umat (sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain kan ya), tapi tentu saja ingin agar suami, anak-anak, dan rumah tangga kelak tetap terjaga – tidak kekurangan cinta dan sentuhan saya sedikitpun.

Dan segala puji bagi Allah, akhirnya sekarang mengerti..

Tidak ada larangan bagi seorang wanita untuk sekolah setinggi-tingginya, berkontribusi seluas-luasnya, selama tidak menjadikan kita lalai dalam menjadi

mar’ah shalihah – wanita yang shalihah
zaujah muthi’ah – istri yang taat dan penyayang, dan
ummu madrasah – ibu pendidik untuk anak-anaknya*

Semoga Allah senantiasa menuntun dan memudahkan. Aamiin yaa rabbal’aalamiin.

*namun sebelumnya saya harus sungguh-sungguh mendidik diri sendiri terlebih dahulu…

London, March 31st 2016, 10:32 p.m

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: